menurut saya , Etika Bisnis adalah ilmu yang
mempelajari tentang dasar-dasar untuk mengetahui bagaimana cara berbisnis
dengan etika yang baik dan benar dan mengetahui tujuan ,pelaksanaan dalam
berbisnis dan membuat keputusan yang akan diambil atau digunakan dalam
berbisnis sebaik mungkin. dengan mempelajari etika bisnis ini kita bisa
mengetahui tujuan yang ingin dicapai suatu perusahaan, misalnya seorang pengusaha atau seseorang
yang baru terjun di dunia bisnis untuk menjalankan atau berbisnis dengan baik
dan tidak berbuat curang atau bermain kotor agar tidak merugikan banyak
pihak.dengan mengetahui etika bisnis, para pebisnis mempunyai aturan yang bisa
mereka tanamkan dalam bisnis mereka dengan baik. dan dapat menghindari
perbuatan licik, kotor yangd apat merugikan banyak pihak. contoh etika bisnis
yang baik adalah menyebutkan nama saat bertemu kolega atau klien, menujukan
kesopanan dengan cara berdiri saat berkenalan, mengucapkan terimakasih dll
Selasa, 24 April 2018
Senin, 23 April 2018
BAB X, Peran Sistem Pengaturan, Good Governance
a. Definisi Pengaturan
Kamus Besar Bahasa Indonesia
Peraturan adalah ketentuan yang
mengikat warga kelompok masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan
kendalikan tingkah laku yang sesuai dan diterima: setiap warga masyarakat harus
menaati aturan yang berlaku; atau ukuran, kaidah yang dipakai sebagai tolok
ukur untuk menilai atau membandingkan sesuatu.
Lydia Harlina Martono
Peraturan merupakan pedoman agar
manusia hidup tertib dan teratur. Jika tidak terdapat peraturan, manusia bisa
bertindak sewenang-wenang, tanpa kendali, dan sulit diatur.
Jadi definisi dari peraturan
adalah suatu perjanjian yang telah dibuat untuk kepentingan umum, tentang apa
saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.
B. Karakteristik Good Governance
Dalam hal ini, ada Sembilan karakteristik good
governance dari United Nation Development Program (UNDP), yakni;
1. Partisipasi
Konsep partisipasi tentu sejalan dengan system
pemerintahan yang demokrasi yang diterapkan di Indonesia. Partisipasi secara
sederhana berarti adanya peran serta dalam suatu lingkungan kegiatan. Peran
serta disini menyangkut akan adanya proses antara dua atau lebih pihak yang
ikut mempengaruhi satu sama lain yang menyangkut pembuatan keputusan, rencana,
atau kebijakan. Tujuan utama dari adanya partisipasi sendiri adalah untuk
mempertemukan kepentingan yang sama dan berbeda dalam suatu perumusan dan
pembuatan kebijakan secara berimbang untuk semua pihak yang terlibat dan terpengaruh.
2. Rule of law
Rule of low berarti penegakan hukum yang adil dan
tanpa pandang buluh, yang mengatur hak-hak manusia yang berarti adnya supremasi
hukum. Menurut Bargir manan (1994).
3. Transparansi
Transparansi berarti adanya keterbukaan terhadap
publik sehingga dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan mengenai
kebijakan pemerintah dan organisasi badan usaha, terutama para pemberi
pelayanan publik. Transparansi menyangkut kebebasan informasi terhadap publik.
Satu hal yang membedakan organisasi swasta dan publik adalah dalam masalah
transparansi sendiri.
4. Responsif
Responsif berarti cepat tanggap. Birokrat harus
dengan segera menyadari apa yang menjadi kepentingan public (public interest)
sehingga cepat berbenah diri. Dalam hal ini, Birokrasi dalam memberikan
pelayanan publik harus cepat beradaptasi dalam memberikan suatu model
pelayanan.
5. Berorientasi
pada consensus
Berorientasi pada consensus berarti pembuatan dan
pelaksanaan kebijakan harus merupakan hasil kesepakatan bersama diantara para
actor yang terlibat. Hal ini sejalan dengan konsep partisipatif dimana adanya
keterlibatan dari masyarakat dalam merumuskan secara bersama mengenai hal
pelayanan publik.
6. Keadilan
Keadilan berarti semua orang (masyarakat), baik
laki-laki maupun perempuan, miskin dan kaya memilik kesamaan dalam memperoleh
pelayanan publik oleh birokrasi. Dalam hal ini, birokrasi tidak boleh berbuat
diskriminatif dimana hanya mau melayani pihak-pihak yang dianggap perlu untuk
dilayani, sementara ada pihak lain yang terus dipersulit dalam pelayanan bahkan
tidak dilayani sama sekali.
7. Efektif
dan efisien
Efektif secara sederhana berarti tercapainya
sasaran dan efisien merupakan bagaimana dalam mencapai sasaran dengan sesuatu
yang tidak berlebihan (hemat). Dalam bentuk pelayanan publik, hal ini berarti
bagaimana pihak pemberi pelayanan melayani masyarakat seefektif mungkin dan
tanpa banyak hal-hal atau prosedur yang sebenarnya bisa diminimalisir tanpa
mengurangi efektivitasnya.
8. Akuntabilitas
Akuntabilitas berarti tanggung gugat yang merupakan
kewajiban untuk member pertanggungjawaban dan berani untuk ditanggung gugat
atas kinerja atau tindakan dalam suatu organisasi. Dalam pemberian pelayanan
publik, akuntabilitas dapat dinilai sudah efektifkah prosedur yang diterapkan
oleh organisasi tersbut, sudah sesuaikah pengaplikasiannya, dan bagaiman dengan
pengelolaan keuangannya, dan lain-lain.
9. Strategic vision
Penyelenggara pemerintahan dan masyarakat harus
memiliki visi jauh kedepan. Pemerintah dan masyarakat harus memiliki kesatuan
pandangan sesuai visi yang diusung agar terciptanya keselarasan dan integritas
dalam pembangunan, dengan memperhatikan latar belakang sejarah, kondisi social,
dan budaya masyarakat.
SUMBER: http://lilawatyy95.blogspot.co.id
BAB IX , Hubungan perusahaan dengan stakehoulder, lintas budaya dan pola hidup, audit sosial,
BENTUK
STAKEHOLDER
Pengertian stakeholder dalam konteks ini adalah tokoh – tokoh
masyarakat baik formal maupun informal, seperti pimpinan pemerintahan (lokal),
tokoh agama, tokoh adat, pimpinan organisasi social dan seseorang yang dianggap
tokoh atau pimpinan yang diakui dalam pranata social budaya atau suatu lembaga
(institusi), baik yang bersifat tradisional maupun modern.
§ Macam
– macam Stakeholder.
Berdasarkan kekuatan, posisi penting, dan pengaruh stakeholder terhadap suatu
issu, stakeholder dapat diketegorikan kedalam beberapa kelompok yaitu
stakeholder primer, sekunder dan stakeholder kunci.
· Stakeholder
Utama (Primer)
Stakeholder utama merupakan stakeholder yang memiliki kaitan
kepentingan secara langsung dengan suatu kebijakan, program, dan proyek. Mereka
harus ditempatkan sebagai penentu utama dalam proses pengambilan keputusan.
· Stakeholder
Pendukung (Sekunder)
Stakeholder pendukung (sekunder) adalah stakeholder yang tidak
memiliki kaitan kepentingan secara langsung terhadap suatu kebijakan, program,
dan proyek, tetapi memiliki kepedulian (concern) dan keprihatinan sehingga
mereka turut bersuara dan berpengaruh terhadap sikap masyarakat dan keputusan
legal pemerintah.
· Stakeholder
Kunci
Stakeholder kunci merupakan stakeholder yang memiliki kewenangan
secara legal dalam hal pengambilan keputusan. Stakeholder kunci yang dimaksud
adalah unsur eksekutif sesuai levelnya, legislatif dan instansi. Stakeholder
kunci untuk suatu keputusan untuk suatu proyek level daerah kabupaten.
Yang termasuk dalam stakeholder kunci yaitu :
1. Pemerintah Kabupaten
2. DPR Kabupaten
3. Dinas yang membawahi langsung
proyek yang bersangkutan.
·
Bentuk dari stakeholder bisa kita padukan
dengan Bentuk kemitraan dengan
komite sekolah, dunia usaha, dan dunia industri (DUPI) dan Industri Lainnya
Bentuk kemitraan yang dapat dilakukan oleh
tenaga kependidikan dengan stakeholder antara lain berupa :
1. Kerjasama dalam penggalangan dana
pendidikan baik untuk kepentingan proses pembelajaran, pengadaan bahan bacaan
(buku), perbaikan mebeuler sekolah, alat administrasi sekolah, rehabilitasi
bengunan sekolah maupun peningkatan kualitas guru itu sendiri.
2. Kerjasama penyelenggaraan kegiatan pada
momen hari – hari besar nasional dan keagamaan.
3. Kerjasama dengan sponsor perusahaan dalam
rangka meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, seperti dengan perusahaan susu
atau makanan sehat bagi anak – anak sekolah, dan bentuk kemitraan lain yang
sesuai dengan kondisi setempat.
STEREOTYPE,
PEJUDICE, STIHMA SOSIAL
· Stereotype
adalah generalisasi yang tidak akurat yang didasarkan pada prejudice. Kita
semua memegang stereotype terhadap kelompok orang lain.
§ Contoh
dari Stereotype , ketika kita sudah beranggapan begitu pada suatu suku , maka
kita tidak akan menempatkan dia pada suatu posisi yang kita rasa gak cocok.
· Sedangkan
Prejudice adalah attitude yang bersifat bahaya dan didasarkan pada generalisasi
yang tidak akurat terhadap sekelompok orang berdasarkan warna kulit, agama,sex,
umur , dll. Berbahaya disini maksudnya attitude tersebut bersifat negative.
§ Contoh
dari Prejudice misalnya kita menganggap setiap orang pada suku tertentu itu
malas, pelit , dan lain nya
·
Stigma sosial adalah tidak diterimanya
seseorang pada suatu kelompok karena kepercayaan bahwa orang tersebut
melawan norma yang ada. Stigma sosial sering
menyebabkan pengucilan seseorang ataupun kelompok.
§ Contoh
dari stigma social misalnya sejarah stigma sosial dapat terjadi pada orang yang
berbentuk fisik kurang atau cacat mental, dan juga anak
luar kawin, homoseksual atau
pekerjaan yang merupakan nasionalisasi pada agama atau etnis,
seperti menjadi orang Yahudi atau
orang Afrika Amerika.
Kriminalitas juga membawa adanya stigma sosial.
SUMBER: https://janetfuyuko.wordpress.com/
BAB VIII PENGERTIAN BUDAYA ORGANISASI DAN PERUSAHAAN, HUBUNGAN BUDAYA DAN ETIKA, KENDALA DALAM MEWUJUDKAN KINERJA BISNIS ETIS
Karakteristik
Budaya Organisasi
Budaya organisasi adalah sebuah system makna bersama yang
dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari
organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan
karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Robbins (2007),
memberikan 7 karakteristik budaya sebagai berikut:
Inovasi dan keberanian mengambil resiko yaitu sejauh mana
karyawan diharapkan didorong untuk bersikap inovtif dan berani mengambil
resiko.
Perhatian terhadap detail yaitu sejauh mana karyawan
diharapkan menjalankan presisi,
analisis, dan perhatian pada hal-hal detil.
Berorientasi pada hasil yaitu sejauh mana manajemen
berfokus lebih pada hasil ketimbang teknik atau proses yang digunakan untuk
mencapai hasil tersebut.
Berorientasi kepada manusia yaitu sejauh mana
keputusan-keputusan manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas
orang yang ada di dalam organisasi.
Berorientasi pada tim yaitu sejauh mana kegiatan-kegiatan
kerja diorganisasi pada tim ketimbang
individu-individu.
Agresivitas yaitu sejauh mana orang bersikap agresif dan
kompetitif ketimbang santai.
Stabilitas yaitu sejauh mana kegiatan-kegiatan organisasi
menekankan dipertahankannya status quo dalam perbandingannya dengan
pertumbuhan.
Sedangkan Schneider dalam (Pearse dan Bear, 1998)
mengklasifikasikan budaya organisasi ke
dalam empat tipe dasar:
Control culture
Budaya impersonal nyata yang memberikan perhatian pada
kekonkretan, pembuatan keputusan yang melekat secara analitis, orientasi
masalah dan preskriptif.
Collaborative culture
Berdasarkan pada kenyataan individu terhadap pengambilan keputusan yang dilakukan secara
people-driven, organic dan informal. Interaksi dan keterlibatan menjadi elemen
pokok.
Competence culture
Budaya personal
yang dilandaskan pada kompetensi diri, yang memberikan perhatian pada potensi,
alternatif, pilihan-pilihan kreatif dan konsep-konsep teoretis. Orang-orang
yang termasuk dalam tipe budaya ini memiliki standar untuk meraih sukses yang
lebih tinggi.
Cultivation culture
Budaya yang berlandaskan pada kemungkinan seorang
individu mampu memperoleh inspirasi
Fungsi Budaya Organisasi
Budaya memiliki
sejumlah fungsi dalam organisasi:
Batas Budaya berperan sebagai penentu batas-batas
artinya, budaya menciptakan perbedaan
atau yang membuat unik suatu organisasi dan membedakannya dengan organisasi
lainnya.
Identitas Budaya memuat rasa identitas suatu organisasi.
Komitmen Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap
sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu.
Stabilitas Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial
karena budaya adalah perekat sosial yang membantu menyatukan organisasi dengan
cara menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya dikatakan dan dilakukan
karyawan.\
Pedoman Tingkah Laku
Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang
sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia
menjadi manusia merupakan kebudayaan. Hampir semua tindakan manusia itu merupakan
kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan
kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang
berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa
proses belajar kebudayaan yaitu proses internalisasi, sosialisasi, dan
enkulturasi.
Apresiasi
Budaya
Istilah apresiasi
berasal dari bahasa inggris
“apresiation” yang berarti penghargaan, penilaian, pengertian. Bentuk
itu berasal dari kata kerja ” ti appreciate”
yang berarti menghargai, menilai, mengerti dalam bahasa
indonesia menjadi mengapresiasi. Apresiasi budaya adalah kesanggupan untuk
menerima dan memberikan penghargaan, penilaian, pengertian terhadap hal-hal
yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Hubungan
Etika Dan Budaya
Etika pada dasarnya adalah standar atau moral yang
menyangkut benar-salah, baik-buruk.
Dalam kerangka konsep etika bisnis terdapat pengertian tentang etika perusahaan, etika kerja, dan etika
perorangan, yang menyangkut hubungan-hubungan sosial antara perusahaan,
karyawan dan lingkungannya. Etika perusahaan menyangkut hubungan perusahaan dan
karyawan sebagai satu kesatuan dengan lingkungannya (misalnya dengan perusahaan
lain atau masyarakat setempat), etika kerja terkait antara perusahaan dengan karyawannya, dan etika
perorangan mengatur hubungan antar karyawan.
Pengaruh
Etika Terhadap Budaya
Etika seseorang dan etika
bisnis adalah satu kasatuan yang terintegrasi sehingga tidak dapat dipisahkan
satu dengan yang lainnya, keduanya saling melengkapi dalam mempengaruhi
perilaku antar individu maupun kelompok, yang kemudian menjadi perilaku organisasi yang akan berpengaruh
terhadap budaya perusahaan. Jika etika menjadi nilai dan keyakinan yang terinternalisasi
dalam budaya.
SUMBER: https://www.scribd.com/document/336004479/BAB-8-Pengertian-Budaya-Organisasi-Dan-Perusahaan-Hubungan-Budaya-Dan-Etika-Kendala-Dalam-Mewujudkan-Kinerja-Bisnis-Etis
Langganan:
Postingan (Atom)
CONTOH KASUS ETIKA BISNIS
KASUS Dalam satu bulan terakhir ini sudah ada 3 produk yang izin edarnya ditarik oleh BPOM karena tidak sesuai ketentuan. Dimulai dari...